Usaha anda lagi sepi ?..coba cara ini...

Discussion in 'Digital marketing' started by rudi gunawan, Jun 8, 2018.

  1. rudi gunawan

    rudi gunawan Administrator Staff Member

    Bukan jadi hal yang aneh lagi kalau dalam berbisnis, kita pasti mengalami yang namanya sepi order, betul begitu?

    Solusi dari masalah ini ya paling-paling dengan mengadakan promosi.

    Lalu akhirnya muncul peningkatan terhadap penjualan.

    Hal ini juga berlaku pada bisnis yang pertama kali buka itu terlihat… WOW! Banjir pelanggan!

    Tapi setelah berjalannya waktu 3-8 bulan pertama, para pelanggannya mulai menyusut, sampai akhirnya berujung pada gulung tikar.


    Ngomongin tentang ngadapin promosi untuk mengatasi sepi order, apa betul cuma ini salah satu solusinya?

    Masih ingat gak, bro?

    Jika Anda terlalu sering melakukan sales promotion (termasuk diskon atau potongan harga), maka akan menjatuhkan nilai dari promosi itu sendiri.

    Yang semestinya promosi itu mampu menarik pelanggan untuk melakukan pembelian.

    Tapi karena Anda terlalu sering mengadakan promosi, pelanggan pun menganggap kalau promosi dari bisnis Anda itu bisnis yang ‘murahan’.

    Value dari sales promotion Anda jatuh, penawaran promosi jadi gak efektif lagi.


    Jadi, apa ada solusi lain ketika bisnis saya lagi ‘seret’?

    Salah satu jawabannya adalah dengan melakukan cara yang tepat untuk mendapatkan calon pelanggan baru.

    Ya, calon pelanggan baru.

    Artinya dalam artikel kali ini saya gak menjanjikan Anda akan mendapatkan pelanggan baru secara langsung.

    Bukan pelanggan baru, tapi calon pelanggan baru.

    Perlu digaris bawahi, calon pelanggan baru itu belum tentu melakukan pembelian.

    Terus buat apa Anda melakukan sesuatu buat hal yang belum pasti?

    Untuk meningkatkan penjualan dan keluar dari zona ‘sepi order’, maka dibutuhkan langkah-langkah yang bertahap.

    Mengumpulkan calon pelanggan baru adalah jawabannya.

    Sebelum melakukan cara-cara ini, ada baiknya Anda sudah melakukan peningkatan terhadap loyalitas dan repeat order dari pelanggan.

    Akan jauh lebih sulit dan mahal untuk mendapatkan calon pelanggan baru, lalu mengubahnya menjadi pelanggan, ketimbang meningkatkan pelanggan yang sudah pernah melakukan pembelian sebelumnya.

    [​IMG]

    Cold traffic & warm traffic
    Apa itu cold traffic?


    Sederhananya, cold traffic adalah orang-orang yang belum pernah mendengar tentang bisnis atau brand Anda sama sekali.

    Bayangkan suatu hari Budi mau cari informasi dan review tentang iPhone 7 lewat mesin pencari Google.

    Akhirnya Budi berakhir di 1 website yang mengulas iPhone secara lengkap beserta informasinya.

    Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata website ini juga mengulas banyak smartphone lainnya.

    Sampai di tahap ini si Budi menjadi tau dengan nama website tersebut.

    Hanya sekedar tau, belum melakukan hal lebih seperti berlangganan newsletter atau like sosial medianya.

    Padahal sebenarnya website ini adalah toko online yang menjual segala macam smartphone beserta aksesorisnya. Anggaplah begitu.

    Untuk membuat cold traffic melakukan pembelian (dalam konteks ini cold traffic adalah Budi), maka kita butuh tahap selanjutnya yaitu …

    ‘Memanaskan’ cold traffic tersebut.


    Apa itu warm traffic?


    Suatu saat ternyata si Budi ini balik lagi ke website tersebut buat cari informasi seputar smartphone keren.

    Budi pun mulai menyukai website ini karena menjawab kebutuhan informasinya.

    Lalu dia mengikuti media sosial website tersebut dan mulai berlangganan newsletter.

    Di tahap ini Budi yang tadinya salah satu cold traffic sudah berubah menjadi warm traffic.

    Kenapa?

    Karena Budi sudah melakukan ikatan dengan website tersebut lewat email dan media sosialnya.

    Jadi … apa yang mau Anda capai dalam artikel ini?
    Secara garis besar, ada 2 target yang mau Anda capai disini.

    Target pertama yaitu semakin mengenalkan brand kepada orang-orang yang belum tau sebelumnya.

    Atau dengan kata lain, kita mau meningkatkan brand awareness.

    Caranya? Jelas dengan meningkatkan cold traffic.

    Target kedua yaitu ‘memanaskan’ cold traffic tersebut agar menjadi warm traffic.

    beberapa caranya yaitu dengan meningkatkan email subscribers, jumlah like atau followers di media sosial, atau mengumpulkan kontak dari calon pelanggan.

    Membuat konten yang tepat
    [​IMG]

    Berdasarkan Buyer’s Journey, ada 3 tahap dalam membuat konten marketing sesuai tujuannya:

    #1. Awareness (TOFU)
    Tahap inilah yang kita namakan dengan menarik cold traffic.

    Berdasarkan Adweek, 81% orang yang akan berbelanja secara online melakukan penelitian terlebih dulu sebelum melakukan pembelian.

    Maka dari itu …

    Di tahap ini, untuk menarik banyak pelanggan baru, buatlah konten yang bersifat umum dan luas, bisa dinikmati oleh orang awam.

    Dan yang terpenting, mampu mengedukasi calon pelanggan.

    Begitu juga sebaliknya, hindarilah konten-konten yang bersifat teknis dan terlalu promosi.

    Buat konten yang isinya kurang lebih seperti, “8 Kiat Ajaib Merawat Mobil Anda dengan Mudah Tanpa Perlu Repot”.

    Atau mungkin, “Sering Merasa Ngantuk Setelah Makan? Ini Penyebabnya!”.

    Intinya, di tahap ini Anda mulai mengubah cold traffic menjadi warm traffic dengan meminta engagement dari mereka.


    Sebut aja yang paling umum seperti email, nama, like akun media sosial dan sebagainya.

    Konten yang bisa Anda buat antara lain:

    • Ebook
    • Blog post
    • Checklist
    • Video edukasi
    #2. Evaluation (MOFU)

    Setelah calon pelanggan sudah mengenali brand Anda, bahkan tertarik hingga akhirnya sampai di tahap ini…

    Maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah meyakinkan mereka.

    Ya, yakinkan mereka bahwa produk yang Anda jual adalah jawaban terbaik atas permasalahannya.

    Sebagai contoh kalau tadi di tahap awareness saya membuat konten tentang cara ajaib merawat mobil tanpa perlu repot…

    Maka di tahap ini saya mau memperkenalkan suatu produk perawatan mobil yang bisa membantu mewujudkan itu, bahkan dengan cara yang lebih mudah.

    Konten-konten yang bisa dibuat dalam tahap ini berupa:
    • Review atau testimonial
    • Informasi dan deskripsi seputar produk
    • Video demo
    • FAQ
    • Studi kasus atas penggunaan produk
    • UGC (user generated content)
    [​IMG]

    #3. Purchase (BOFU)

    Tahap terakhir dari Buyer’s Journey yaitu di saat calon pelanggan memutuskan pilihannya.

    Konten yang Anda buat dalam tahap ini bisa berupa:
    • Free trial/ konsultasi
    • Diskon perdana (beserta sales promotion menarik lainnya)
    • Review
    • Testimonial
    • Kupon
    • Garansi
    • Giveaway


    [​IMG]

    Di tahap ini, Anda sebagai penjual ingin mempermudah calon pelanggan untuk melakukan pembelian.

    Konten marketing sudah siap, lalu gimana dengan penyebarannya?
    #1. Partnership

    Cara ini biasanya bisa dilakukan (hampir) tanpa biaya.

    Kecuali jika calon partner mematok harga untuk melakukan promosi tertentu.

    Hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih partner:

    • Pastikan kalau calon partner memiliki kemiripan pangsa pasar.
    • Ketika saling promosi, usahakan gak ada pihak yang dirugikan.
    Salah satu contoh yang paling mudah dan umum yaitu saling mempromosikan lewat media sosial Instagram.


    #2. Advertising
    Terkadang kita kesulitan untuk mencari partner dalam media online.

    Entah itu karena partner yang menolak, atau memang adanya ketidakcocokan dengan mereka.

    Maka yang bisa menjadi alternatif dalam menarik pelanggan baru adalah dengan melakukan pemasangan iklan.

    Facebook dan Instagram adalah salah dua jawaban terbaik dalam media online.
     
  2. rudi gunawan

    rudi gunawan Administrator Staff Member

    #3. Program referral

    Dropbox adalah salah satu brand yang sukses berkat program referralnya.

    [​IMG]

    Sederhananya, Anda sebagai penjual meminta pelanggan yang sudah pernah beli sebelumnya untuk mengajak teman-temannya untuk menjadi pelanggan Anda.

    Untuk itu, dibutuhkan strategi biar pelanggan tersebut mau melakukan advokasi atau rekomendasi.

    Caranya? Tingkatkan dulu loyalitas mereka.

    4. Komunitas/ forum

    Saya sendiri menerapkan cara ini untuk memasarkan website digitalinbro.com dalam mencari pembaca baru.

    Cara yang cukup mudah tapi sangat efektif untuk menarik pelanggan baru buat kita yang menjalankan bisnis.

    Selain forum online seperti Kaskus, Anda juga bisa melakukan pendekatan kepada komunitas yang ada di dunia offline.

    #5. Blogging

    Setelah Anda memahami sedikit gimana cara membuat konten sesuai tujuannya, maka cara yang paling umum untuk menyalurkan konten tersebut adalah lewat blog.

    Hal ini juga berlaku untuk strategi blogging lainnya, seperti guest blogging untuk mendapatkan backlink sebanyak-banyaknya.

    #6. Buka sosial media baru

    Sosial media memang jadi senjata ampuh dalam memasarkan konten saat ini.

    Pastikan untuk memilih platform sosial media baru sesuai dengan strategi sosial media marketing yang sudah ada sebelumnya.


    Mengubah cold traffic langsung ke hot traffic

    Dari orang-orang yang gak tau brand Anda sama sekali, langsung mau Anda buat agar mereka langsung melakukan pembelian?

    Memangnya bisa?

    Pernah liat promosi Bakmi Mewah waktu pertama kali launching?

    Masyarakat sebelumnya gak pernah tau apa itu Bakmi Mewah, dan kaya apa rasanya.

    Tapi karena promosi dan strategi yang sedemikian rupa, gak sedikit dari mereka yang langsung mencoba membelinya.

    Atau mungkin SPG dari brand rokok terbaru.

    Dengan jurus-jurus penjualannya, meski brand rokok itu terbilang baru, belum banyak orang yang tau, beberapa SPG mampu menjualnya secara langsung.

    Jadi, kesimpulannya mengubah cold traffic langsung menjadi hot traffic itu memungkinkan.

    Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:

    • Menawarkan dengan harga yang murah dan minim. Sesuaikan dengan pangsa pasar yang dituju.
    • Pastikan produk tersebut memiliki tingkat permintaan yang tinggi.
    • Calon pelanggan gak butuh pertimbangan yang terlalu besar untuk melakukan pembelian.
    Kesimpulannya…
    Untuk menarik pelanggan baru dalam media online dibutuhkan strategi yang tepat dalam membuat konten.

    Sedangkan konten harus dibuat berdasarkan posisi si pembeli, atau istilahnya Buyer’s Journey.

    Dibagi menjadi 3 tahap yakni awareness (TOFU), evaluation (MOFU), dan yang terakhir yaitu purchase (BOFU).

    sumber : digitalin bro
     

Share This Page