Rahasia Supaya Customer Kebelet “Transfer” -- Via Whatsapp

Discussion in 'Social Marketing' started by rudi gunawan, Jun 12, 2018.

  1. rudi gunawan

    rudi gunawan Administrator Staff Member

    [​IMG]


    Customer sudah mulai nge-add pin BBM, nomor Whatsapp, atau Line dan mulai Tanya-tanya? Selamat, kurang sedikit lagi mereka bakalan order.

    Nah supaya mereka cepetan order dan segera transfer, gunakan trik ini bro :

    1. SELALU SELIPKAN EMOTICON “SMILE” DI SETIAP CHATTING
    Jika customer mulai Tanya-tanya atau menghubungi Anda via chat atau SMS, jangan pelit untuk memberikan emoticon “smile” di akhir kalimat atau chat. Begitu juga ketika Anda membalas komentar customer di Facebook atau Instagram.

    Jika Anda pelit memberika emoticon smile, kesan yang tertangkap di benak customer adalah Anda adalah penjual yang jutek dan pelit informasi.

    Sedangkan jika Anda sering memberi emoticon smile, mereka akan merasa bahwa Anda adalah penjual yang ramah, nyaman, dan enak untuk ditanyai soal produk dan hal apapun yang kurang mereka ketahui tentang produk yang akan dibeli.

    Customer tentunya bakalan lebih suka bertanya atau chat dengan penjual yang ramah dong. Bayangkan jika penjualnya judes, jawabnya singkat-singkat, dan tidak pakai emoticon smile sama sekali. Customer bakalan merasa tidak nyaman dan memilih untuk mencari online shop lain.

    2. YANG BERTANYA = YANG MENANG

    Sering terjadi calon customer menghubungi Anda untuk menanyakan produk. Setelah itu dia diam dan tidak kunjung order.

    Jika customer mulai diam dan tidak chat lagi, bisa jadi ia masih mikir-mikir lagi, mau beli atau tidak. Nah kita sebagai penjual bertugas untuk bertanya balik ke customer.

    Tanyakan apa pendapat dia dengan produk Anda. Temukan titik keraguannya dan bantu ia menjawab keraguannya dengan menjelaskan tentang manfaat dan kelebihan produk/online shop kita.

    Sah-sah saja jika kita menanyakan kebutuhan customer seperti apa, kendala dan keraguan dia apa sehingga menyebabkan ia tidak lagi membalas chat Anda.

    Bisa juga Anda mulai dengan bertanya seperti ini,”Gimana, sis? Bagaimana menurut sista tentang produk kami? Adakah informasi yang kurang jelas? Adakah hal lain yang bisa saya bantu?”

    3. GUNAKAN BAHASA YANG SAMA SEPERTI CUSTOMER

    Setiap customer memiliki bahasa chat dan berkomunikasi sendiri-sendiri. Ada customer yang sudah terbiasa berbelanja online sehingga dia paham dengan istilah-istilah belanja online seperti “Payment Gateway, direct transfer, mobile banking, 50% off, Buy 1 get 1 free, free ongkir, “ dan masih banyak lagi.

    Ada juga customer yang masih baru berbelanja online sehingga dia masih awam dengan istilah-istilah yang biasa dipakai dalam toko online Anda. Bukan berarti mereka bodoh atau tidak berniat beli.

    Tugas kita adalah memberikan informasi yang selugas-lugasnya, seinformatif mungkin, dan senyaman mungkin untuk mereka supaya mereka paham dan bisa bertransaksi online dengan nyaman.

    Jika ada customer yang tidak paham lalu nanya “Sis, maksudnya 10% off itu apa?” ya jangan dijawab “Ya sista bakalan get 10% off jika bla bla bla …”

    Seharusnya dijawab “Oh itu maksudnya sista bakal dapat potongan harga sebesar 10% jika blab la bla bla.”

    4. GUNAKAN TRIK “SCARCITY” (KELANGKAAN)

    Trik ini cukup ampuh untuk mengatasi customer yang tidak kunjung transfer atau order. Tinggal bilang kalau barangnya tinggal sekian item, jika customer tidak segera order dan transfer maka barang tersebut akan habis tak bersisa, sudah bisa bikin customer untuk buru-buru order dan transfer kok.

    Misalnya “Sis ini barangnya tinggal 3 item aja loh. Kalau bisa segera order dan transfer sekarang ya agar tidak kehabisan. Soalnya kalau habis kita tidak re-stock lagi.”

    5. BERIKAN DISKON KHUSUS JIKA LANGSUNG TRANSFER

    Trik ini jarang diterapkan pebisnis online. Coba berikan mereka diskon khusus jika langsung transfer, tentu mereka akan sangat senang sekali.

    Jika tidak diberikan diskon khusus, customer bakal ada kecenderungan untuk menunda transfer hingga besoknya. Jika ditunda-tunda terus, bisa jadi mereka bakalan lupa atau sudah nggak sempat lagi transfer.

    Yang harus diberikan juga tidak melulu diskon kok. Bisa jadi diganti dengan bonus lain yang menarik. Misalnya jika Anda jual mukena, maka Anda akan memberikan free tas cantik untuk wadah mukena mereka jika langsung transfer. Jadi customer bakal berpikir “Wah, kalau transfer sekarang, aku nggak perlu lagi beli tas untuk wadah mukena saat lagi bepergian.” Ya pasti customer bakal langsung transfer lah.

    6. SELALU BACA DAN BALAS SETIAP CHAT CUSTOMER

    Biasanya nih kalau customer sudah order dan nomor rekening plus total belanja sudah diberikan, customer chat apa sudah tidak kita balas lagi meskipun chatnya Cuma sebatas “Oke, kak.” “Baiklah.” “Ok, segera saya transfer.” “Saya tunggu barangnya.” Dsb.

    Sebaiknya tetap kit abaca, kalau perlu kita balas dengan emoticon “Okey” atau kita kasih jempol.

    Kita tidak tahu psikologi masing-masing customer. Ada tipe customer yang cuek, ada juga tipe customer yang “butuh perhatian”.

    Dengan tetap membaca dan membalas chat mereka, itu bikin mereka nyaman dan merasa kalau kita perhatian dengan mereka. Sedangkan kalau chat mereka sudah tidak kit abaca atau balas lagi, bisa-bisa mereka bakal memiliki kesan “Ini penjual ramah kalau ada maunya saja. Giliran sudah closing dan transfer tiba-tiba jadi cuek.”

    7. JAWAB CHAT CUSTOMER MAKSIMAL 5 MENIT, JANGAN SAMPAI LEBIH

    Terlalu lama membalas chat customer menyebabkan dia bisa pindah ke online shop lain. Semua customer butuh pelayanan yang cepat dan nyaman.

    Percuma jika Anda ramah dan produk Anda bagus, tapi Anda membalas chat mereka 1-2 jam kemudian. Customer bakalan kehilangan respek.

    Waktu maksimal untuk membalas chat customer adalah 5 menit. Lebih dari itu biasanya customer sudah tidak mau menunggu, bisa jadi HP-nya kemudian ditinggal dan dia melakukan aktifitas lain yang berpotensi bikin dia nggak jadi order.

    Karena itu, jangan sampai slow respond yah. Anda tidak harus fast respond selama 24 jam penuh. Anda bisa tetapkan jam kerja untuk melayani customer Anda. Misalnya dari jam 08.00 -17.00

    Selama jam kerja tersebut, Anda harus fokus melayani customer dengan cepat. Kalau bisa jangan disela dengan pekerjaan lain yang bisa membuat Anda terlambat membalas chat customer yang masuk.

    8. CUSTOMER BAWEL DAN HOBBY NGOMEL? DENGARKAN SAJA.

    Kadang ada loh tipe customer yang cerewet dan bawel. Permintaannya banyak, dan sangat perfeksionis. Maunya dilayani seperti raja atau ratu. Maunya diberi pelayanan paling baik. Sudah ditawari produk A katanya masih ada kekurangannya, begitu juga dengan produk lain.

    Melayani customer model begini membutuhkan kesabaran ekstra. Jika customer mulai bawel dan complain ini itu bahkan sampai ngomel-ngomel, jangan disanggah! Dengarkan atau simak saja ia ngomel-ngomel meluapkan ketidaksukaan atau kekecewaannya.

    Memberikan sanggahan hanya memperburuk keadaan dan bikin si customer otomatis mencoreng nama baik online shop kita. Karena bagaimanapun bagi customer model beginian, dialah yang benar dan harus menang.

    Jadi sebaiknya sebagai penjual kita diam dan menyimak. Nanti jika dia berhenti bawel dan ngomel, baru kita arahkan sesuai kemauan kita.

    9. PUSATKAN PERHATIAN DAN PIKIRAN KEPADA CUSTOMER

    Ini nih yang jadi kendala pebisnis online pemula, terutama yang bisnisnya masih jadi sampingan. Mentang-mentang belum punya Customer Service sendiri, akhirnya kita jadi multitasking.

    Ya balasin chat customer, ya packing, ya upload foto produk di sosmed, semua ditangani sendiri.

    Boleh-boleh saja menjadi multitasking untuk menghemat biaya. Tapi jangan sampai mengganggu konsentrasi kita saat melayani customer.

    Pelayanan kita menentukan apakah customer bakalan order atau tidak. Jika kita tidak fokus kepada customer, bahasa yang kita keluarkan saat melayani mereka juga pasti tidak fokus juga. Dan ini bisa bikin costumer jadi tidak nyaman.

    Bisa jadi karena tidak fokus, bahasa kita akhirnya disingkat-singkat atau kita lupa tidak kasih emoticon smile. Malah terkesan kita tidak niat dalam melayani mereka.

    Multitasking itu boleh. Tapi ketika Anda sedang melayani customer, Anda kesampingkan pekerjaan lain dan kesibukan lainnya.

    Pusatkan otak dan perhatian Anda pada customer Anda. Konsentrasilah pada customer Anda, bukan kepada hal lain. Berpikirlah bahwa customer di depan Anda harus Anda layani dengan baik, fokus, dan Anda harus bisa membuat ia nyaman agar closing dan mendapatkan penjualan yang banyak. Jangan pikirkan hal lain.

    sumber : alona
     

Share This Page