Cara Menjadi Dropshipper Sukses. Mulai dari NOL Sampai Punya Brand Sendiri! (part3)

Discussion in 'Dropshipping' started by rudi gunawan, Jan 16, 2018.

By rudi gunawan on Jan 16, 2018 at 9:25 PM
  1. rudi gunawan

    rudi gunawan Administrator Staff Member

    Mari kita membangun brand.
    7. Tentukan identitas brand
    Brand itu lebih dari sekedar logo, desain atau nama.

    Sederhananya, brand adalah pengalaman pelanggan ketika mereka membeli atau melakukan bisnis dengan suatu perusahaan.

    Sedangkan untuk identitas brand ini mempresentasikan “Seperti apa sih brand Anda itu?”.

    Apa anggapan masyarakat terhadap brand Apple?

    Tentunya ‘mewah’ bukan?

    Ketika (sebagian besar) masyarakat menggunakan brand Apple pasti membawa kebanggaan tersendiri.

    Begitu juga dengan brand GoPro? Apa anggapan Anda sendiri terhadap brand ini?

    Kamera untuk olahraga ekstrim? Petualangan? Menjelajah? Under-water?

    Apapun anggapan Anda, saya, dan masyarakat lainnya terhadap GoPro itu dibentuk karena pengaruh branding yang kuat.

    [​IMG]
    Lalu, gimana caranya biar saya bisa punya identitas brand yang kuat?

    Lakukan analisis dan penyesuaian dari apa yang sudah Anda kerjakan sebelumnya.

    Mulai dari siapa target market Anda, produk apa yang Anda jual, dan bagaimana brand Anda ini mau dianggap oleh para pelanggan.

    Sekali lagi mohon maaf, saya gak akan membahas branding secara lengkap di sini karena materinya terlalu banyak.

    Tapi untuk memperjelas identitas brand, Anda harus bisa memberikan gaya, emosi, nilai tersendiri kepada pelanggan.

    Setelah itu tonjolkan identitas dengan visual (ada di poin selanjutnya).


    8. Menentukan nama brand
    Agar Anda mempunyai brand yang lebih kuat lagi, maka harus didukung dengan nama brand yang tepat.

    Nama brand ini akan terus melekat selama kita menjadi reseller online. Kecuali Anda membuat brand baru lainnya.

    Maka dari itu pemilihan nama brand gak boleh dilakukan sembarangan.

    Yah … menurut saya sih milih nama brand itu susah-susah gampang. (susahnya 2 kali)

    Berikut beberapa tips singkat dalam memilih nama brand:

    # Hindari nama brand yang ‘pasaran’
    Khususnya saat ini, hindari nama brand seperti; Toko Maju Jaya, Sejahtera Lancar Shop, Sukses Makmur Berbakti Shop, dan sebagainya.

    Saya paham kalau nama itu adalah doa.

    Tapi kalau dari segi branding, nama yang banyak digunakan seperti ini akan menjadi sulit dikenali dan diingat oleh pelanggan.


    # Belum dipakai oleh orang lain

    Sebelum Anda mendeklarasikan nama brand Anda secara sah, pastikan bahwa nama brand tersebut belum pernah ada sebelumnya.

    Khususnya untuk ketersediaan domain untuk website Anda nantinya.

    Untuk cek domain, Anda bisa menggunakan check domain availability GoDaddy.com.

    Sedangkan untuk sosial media, tinggal cari username yang paling pas untuk nama brand tersebut.


    # Lebih baik hindari singkatan
    Menggunakan singkatan dalam nama brand sama halnya akan menyulitkan pelanggan untuk mengingat.

    Terkecuali Anda pemain besar dengan strategi pemasaran yang kuat seperti H&M, M&M, OLX.

    Contohnya seperti: MJF Shop, FJM Fashion Shop, IYDPMW Store.


    # Berani beda
    Pernah denger Rawon Setan? Soto Gebrak? Atau BERAK?

    Eitss, yang terakhir itu memang brand betulan loh bro.

    Saya sendiri pun kaget waktu pertama kali tau.

    Nam-nama brand yang unik, bahkan nyeleneh kaya gini bakal sangat mudah diingat oleh pelanggan.


    9. Visualisasikan
    Identitas dan personalitas brand Anda dapat dipahami oleh target audiens, hanya jika Anda mampu menyampaikannya dengan tepat (salah satunya dari segi visual).

    Visual branding itu gak cuma sekedar logo dan website, tapi segala hal yang bersifat visual yang ada di dalam brand tersebut.

    Mulai dari warna karakteristik brand, font website, gaya bahasa, atau pola.

    Dan visual ini harus segaris dengan identitas brand yang sudah ditentukan, serta mampu membuat ‘pengaruh’ yang kuat kepada orang yang liat.

    Sederhananya, apa kesan Anda kalau misalnya ada kantor hukum menggunakan font seperti ini?

    [​IMG]

    Kaya becandaan? Gak profesional? Lucu?

    Itulah kenapa visualisasi brand gak boleh dibuat sembarangan.

    Buat Anda yang gak jago desain dan budget terbatas untuk hire designer, maka Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Canva.com atau Ease.ly

    10. Pilih media
    Di tahap ini, Anda mulai mengenalkan dan mendistribusikan keberadaan brand kepada target audiens, tentu setelah pondasinya sudah siap ya.

    Sedangkan, agar pendistribusian itu berjalan dengan efektif dan efisien, maka perlu ditempatkan pada media online yang tepat.

    Khususnya untuk penyebaran di sosial media, Anda harus menyesuaikan apakah pelanggan kAnda itu menggunakan sosial media tersebut.

    Jangan sampai Anda sudah susah payah membangun brand lewat Facebook, ternyata sebagian besar pelanggan Anda itu menggunakan Instagram.

    Silahkan pelajari tentang Social Media Marketing (SMM) biar gak salah langkah.

    11. Tonjolkan brand personality di setiap promosi
    Terakhir, sesuai dengan tujuan awal artikel ini yakni menjadi reseller sukses yang memiliki brand terkenal, maka Anda perlu memamerkan keunikan brand Anda tersebut kepada para pelanggan.

    Jadi … Gimana caranya biar para pelanggan ‘ngeh’ dengan keunikan brand Anda?

    Salah satu caranya adalah dengan teknik copywriting dalam setiap promosi.
     
Sub-Categories: This article has no sub-categories

Comments

Discussion in 'Dropshipping' started by rudi gunawan, Jan 16, 2018.

Share This Page