Produk kerajinan UKM lokal Banyumulek Lombok

Tahun MATARAM- NTB, ingin memperkuat pasar ekspor produk lokal. Menurut data di Dinas Perdagangan NTB, ada beberapa produk lokal yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Seperti cukli, ketak, gerabah, kopi asli Lombok, dan lainnya.

”Tapi sayang di luar tambang, ekspor NTB sangat kecil, hanya berkisar satu persen,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani pada Lombok Post kemarin.

Dia menambahkan bahwa ekspor NTB besar karena pengaruh pertambangan. Untuk produk lokal, nilai ekspor NTB masih sangat kecil. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

”Salah satunya proses akhir dan kemasan produk lokal masih kalah saing dengan daerah lainnya,” jelasnya.

Beliau juga mencontohkan, kerajinan cukli misalnya, di daerah masih diproduksi setengah jadi. Karenanya, ke depan, para perajin cukli diharapkan menghasilkan produk jadi yang lebih sempurna.

“Adalagi Kendala lainnya, seperti kualitas kayu, serta proses pematangan yang belum bagus mengakibatkan produk ini sulit diterima pasaran,” ungkapnya. Menindaklanjuti ini Dinas Perdagangan NTB menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Jepara terkait pelatihan pemrosesan kayu.

Untuk mendorong produk sesuai keinginan pasar, Disdag NTB mengajak pelaku UKM kayu untuk belajar cara proses agar kayu agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. ”Saya mau produk lokal bisa hasilkan dolar,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data BPS NTB, nilai ekspor NTB bulan Juni 2017 sebesar USD 59,925 juta. Atau mengalami peningkatan 36,70 persen jika dibandingkan ekspor Mei 2017 yang bernilai USD 43,837 juta.

Ekspor pada bulan Juni 2017 yang terbesar ditujukan ke negara Jepang sebesar 63,94 persen, Korea Selatan sebesar 31,94 persen dan Hongkong sebesar 3,36 persen. ”Jenis barang ekspor NTB yang terbesar Juni 2017 adalah barang tambang atau galian nonmigas senilai USD 57,339 juta sekitar 95,69 persen; perhiasan atau permata senilai USD 2,098 juta sekitar 3,50 persen, dan ikan, udang sebesar USD 273 ribu atau hanya 0,46 persen,” kata Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsing di kantornya kemarin.

Ia menerangkan nilai impor pada bulan Juni 2017 senilai USD 2,251 juta. Nilai ini mengalami penurunan 81,38 persen dibanding dengan bulan Mei 2017 sebesar USD 12 juta. Sebagian besar impor berasal dari negara Australia 38,89 persen, Cina 20,55 persen, dan Malaysia 16,81 persen.

”Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah benda-benda dari besi dan baja sekitar 20,17 persen, benda kimia anorganik sekitar 19,66 persen, dan bahan bakar mineral sekitar 19,33 persen,” tandasnya. (nur/r3)

Sumber : http://www.lombokpost.net/2017/07/19/ntb-perkuat-ekspor-produk-lokal/