| Transportasi Darat Bisa Lebih Efisien |
|
|
|
| Written by dede |
| Wednesday, 27 January 2010 06:56 |
|
Jakarta, Kompas - Penerapan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China dinilai dapat mengefisienkan transportasi darat di Indonesia. Karena dengan FTA, kendaraan dan suku cadang dapat diimpor dari China dengan lebih murah. Pengusaha angkutan darat pun diharapkan mampu meremajakan armadanya yang sudah tua, mendatangkan kendaraan berteknologi canggih agar lebih ramah lingkungan, atau bergandar ganda banyak sehingga jalan tak cepat rusak. Demikian dikatakan Ketua Prasarana dan Angkutan Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan Rudy Thehamihardja, Minggu (3/1) di Jakarta. Dia menegaskan, perjanjian perdagangan bebas (FTA) untuk barang otomotif tidak usah ditunda. ”Harga bus di dalam negeri sekitar Rp 1 miliar, tetapi di China bisa 40 persen lebih murah. Dengan uang yang sama, pengusaha transportasi dapat beli dua bus. Saat jumlah bus makin banyak, kapasitas angkutnya lebih besar. Masyarakat tak perlu berdesak-desakan,” kata Rudy. Sementara pakar desain truk Hartono Gani menuding tingginya bea masuk kendaraan membuat konsumen tak dapat memilih kendaraan yang dirasa cocok di Indonesia. ”Ada beberapa jenis truk yang suspensinya sangat bagus sehingga bila bebannya banyak tak merusak aspal. Tapi, sulit masuk ke sini karena bea masuknya tinggi,” ujar dia. Hartono Gani mengakui, kualitas kendaraan China sedikit lebih buruk dari Jepang. Namun, sebentar lagi teknologi kendaraan China mengungguli Jepang. ”Kita berpikir sederhana saja, bila produk China benar-benar jelek, mereka takkan mampu membuat 12 juta kendaraan per tahun. Indonesia saja hanya produksi 500.000 kendaraan per tahun,” ujarnya. Berdasarkan catatan Kompas, prestasi China sudah melejit dalam penerapan teknologi untuk transportasi. Mulai Desember 2009, China mampu merakit empat pesawat Airbus A320 per bulan di Tianjin. Dalam hal produksi kendaraan, tahun 2008, produsen kendaraan China, Cherry Automobile, memulai kerja sama dengan DaimlerChrysler. Sementara Juni 2009, General Motors Corp menjual lisensi Hummer kepada perusahaan otomotif Sichuan Tengzhong C Ltd. China cepat belajar dari banyak pihak untuk memajukan kualitas produksi mereka. Industri lokal Sementara di Indonesia, industri otomotif domestik umumnya memproduksi rangka kendaraan, interior, dan badan kendaraan, sedangkan untuk pengadaan mesin mengimpor dari Jepang atau Eropa. Namun, Hartono Gani bersikeras agar industri otomotif lokal jangan dibela secara membabi buta. ”Monopoli produksi oleh industri otomotif lokal harus dibuka. Dengan harga beli yang lebih murah, tarif bus dapat ditekan. Perhatikan liberalisasi penerbangan, di mana rakyatlah yang diuntungkan,” kata dia. Hartono Gani pun menyerukan kepada pimpinan industri yang produk kendaraannya tidak ekonomis agar menutup saja pabriknya. ”Mari kita analisis bersama, produk-produk mana yang tidak ekonomis dan tidak efisien agar dapat dihentikan produksinya,” ujarnya. (RYO) Kompa, Senin, 4 Januari 2010 | 03:42 WIB |
Pengadilan Malaysia mulai mengadili seorang pria Malaysia atas dakwaan mengeksploitasi 63 wanita Indonesia. Mereka mengklaim ditipu dan dipaksa bekerja sebagai pembersih rumah dengan gaji rendah atau bahkan tanpa dibayar.
Pesawat Garuda Indonesia GA 239 ngaret 3 menit gara-gara menunggu Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Sehari sebelumnya, pesawat Garuda juga molor terbang. Bahkan 20 menit. Kali ini, gara-gara rombongan anak SBY, Edy Bhaskoro yang akrab disapa Ibas. 


